China Open 2026: Toma Junior Popov Jegal Penakluk Jonatan Christie, Lolos ke Final Berkat Strategi Cerdas
oleh Redaksi Olahraga•26 Juli 2026(diperbarui 9 September 2026)

Pebulu tangkis tunggal putra Prancis, Toma Junior Popov, melangkah ke final China Open 2026 setelah menyingkirkan wakil Kanada, Victor Lai, dalam laga semifinal yang berlangsung sengit.
Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Popov sekaligus menegaskan kebangkitan sektor tunggal putra Prancis di level dunia.
Setelah sang adik, Christo Popov, menjuarai Japan Open 2026, kini Toma berpeluang meraih gelar terbesar dalam kariernya. Prancis juga masih memiliki talenta muda seperti Alex Lanier, yang semakin memperkuat sektor tunggal putra mereka.
Sebelum mencapai final, Toma Junior Popov lebih dulu mencatat sejarah sebagai pebulu tangkis tunggal putra Prancis pertama dalam 22 tahun yang berhasil menembus semifinal China Open.
Terakhir kali wakil Prancis mencapai fase tersebut adalah Pi Hongyan pada edisi 2004.
"Ini pertama kalinya saya mencapai tahap ini, jadi saya mencoba menikmati setiap momen dan setiap detik di lapangan. Saya senang bisa mewakili Prancis di level ini," ujar Popov, dikutip dari laman resmi BWF.
Pada semifinal, Popov menghadapi Victor Lai, pemain muda Kanada yang tengah naik daun dan sebelumnya menyingkirkan wakil Indonesia, Jonatan Christie, di babak perempat final.
Popov sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan dengan skor 14-21, 21-12, 21-15.
Menurutnya, kunci kemenangan adalah mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan, terutama pengaruh angin yang cukup besar.
"Hal terpenting adalah memenangkan poin sebanyak mungkin karena hampir tidak mungkin bermain dari sisi itu."
Ia menjelaskan bahwa permainan di area depan serta memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawan menjadi strategi utama.
"Kuncinya adalah permainan di area depan dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan mudah."
Popov mengungkapkan bahwa ia sengaja memanfaatkan arah angin untuk memancing Victor Lai melakukan kesalahan sendiri.
Saat ditanya apa faktor terpenting dalam kemenangan tersebut, Popov hanya menjawab singkat sambil tersenyum.
"Anginnya."
Menurutnya, strategi tersebut berhasil memaksa lawannya melakukan banyak error dan membuatnya lebih mudah mengendalikan pertandingan.
Meski berhasil melaju ke partai puncak, Popov menegaskan pekerjaannya belum selesai. Pada final, ia akan menghadapi wakil Taiwan, Chou Tien Chen, yang menjadi tantangan berikutnya dalam perburuan gelar China Open 2026.
"Ini belum berakhir, masih ada satu langkah lagi."
"Saat ini saya sangat bangga, gembira, dan saya tidak sabar untuk kembali ke lapangan serta mencoba membawa pencapaian ini lebih jauh lagi."
Tags:#LIVEZONE


